*Selamat datang di blog resmi Wida Awanda --- Selamat datang di blog resmi Wida Awanda --- Selamat datang di blog resmi Wida Awanda --- Selamat datang di blog resmi Wida Awanda --- Selamat datang di blog resmi Wida Awanda --- Selamat datang di blog resmi Wida Awanda --- Selamat datang di blog resmi Wida Awanda --- Selamat datang di blog resmi Wida Awanda --- Selamat datang di blog resmi Wida Awanda --- Selamat datang di blog resmi Wida Awanda --- Selamat datang di blog resmi Wida Awanda*
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan

Setiap Kemenangan Butuh Kesabaran

Posted by Wida Awanda on 14.58 with No comments
Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran…
“Ayah, ayah” kata sang anak…
“Ada apa?” tanya sang ayah…..
“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…
aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capel, sangat capek …
aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…
aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…

Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” … sang ayah hanya diam.
Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…
“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.
“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.
” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”
” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”
” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”
” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? alhamdulillah”
” Nah, akhirnya kau mengerti”
” Mengerti apa? aku tidak mengerti”
” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”
” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”
” Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri… seorang pemuda muslim yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena ia tahu ada Allah di sampingnya… maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?”
” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar ”
Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.

Kongkow itu Menyehatkan (X Code Series)

Posted by Wida Awanda on 02.08 with No comments
"Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya,
Begadang boleh saja kalau ada perlunya,
Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya,
Begadang boleh saja kalau ada perlunya,"

Sepenggal lirik lagu sang raja dangdut Bang Haji Rhoma Irama itu mengingatkan kepada kita semua bahwa jangan kita menghabiskan waktu malam hari hanya dengan begadang. Kita sering menganggap bahwa begadang itu tidak baik untuk kesehatan, namun dalam lirik diatas disebutkan bahwa "begadang boleh jika ada perlunya". So, malam ini (1 Maret 2013) saya begadang untuk yang kesekian kali bersama teman-teman yang sering kongkow bareng. Ya, disini saya menggunakan istilah kongkow agar terkesan santai dan tidak serius, hehe. Malam ini bertepatan dengan moment yang sangat bersejarah untuk Kota Istimewa di Indonesia sebut saja Jogjakarta. Kita kongkow bareng disebuah tempat yang biasa digunakan untuk kongkow oleh kaum penikmat angin malam Jogja di X Code (Kali Code). Tidak ada acara yang serius dalam kongkow ini, hanya have fun tujuan kita, ya, sekedar melepaskan jenuh, bosen, penat, suntuk, wa akhwatuha yang menyelimuti kita, hehe. Ngocok kartu poker, ngopi, ngeteh, ngemie, ngeroti bakar, ngenasi goreng, ngerokok, ngakak, ngefoto, dan nge-nge yang lain kita lakukan. Malam semakin larut, jam pun seraya memberi peringatan bahwa waktu telah menunjukan tengah malam, dan hembusan angin malam pun semakin dingin, seketika itu ingat lagu bang Haji Rhoma Irama;

"Kalau terlalu banyak bergadang, muka pucat karena darah berkurang,
Bila sering terkena angin malam, segala penyakit akan mudah datang,
Darilah itu, sayangi badan, jangan begadang setiap malam."


Gak tau kebetulan ataukah disengaja karena ingat lagu bang Haji itu, salah satu teman mengajak pulang untuk mengakhiri kegiatan kongkow ini. Meskipun belum klimaks acara kongkow, akhirnya kita memutuskan untuk pulang ke kandang masing-masing. Ya, inilah kongkow yang menyehatkan, kita tidak begadang, hanya kongkow malam hari untuk melepaskan kejenuhan, efek dari hilangnya jenuh adalah semangat kita bangkit untuk mengerjakan tugas-tugas yang menunggu untuk dibelai. Sebenarnya, kongkow yang baik itu kita mengerti waktu dan sesuai dengan porsinya, jika kebutuhan kita untuk have fun sudah tercapai ya sudah, jangan diteruskan, karena have fun itu dapat menyebabkan ketagihan dan lupa waktu akhirnya darah kita berkurang karena banyak nyamuk yang berkeliaran di malam hari, dan jika darah kita berkurang kita akan mudah terkena penyakit, biasanya demam berdarah dengue (DBD) karena akibat nyamuk mencuri darah kita, coba kalau nyamuk minta izin dulu untuk meminta darah kita, kira-kira kalian ngizinin gak? hehe.

Itu dulu sekelumint cerita malam ini, salam have fun ^_^